ISLAMIC PARENTING (ANAK DALAM PANDANGAN AL-QUR'AN DAN CARA MENSIKAPINYA)

ISLAMIC PARENTING 
(ANAK DALAM PANDANGAN AL-QUR'AN DAN CARA MENSIKAPINYA)


Sebagai seorang Muslim tentunya kita perlu memandang sesuatu sebagaimana Al-Qur'an dan Sunnah memandang hal tersebut. Inilah bagian dari konsekuensi keislaman dan keimanan kita. Tidak sepatutnya jika kita mengaku Muslim dan Mukmin, namun kita memiliki pandangan atau keyakinan yang bertentangan dengan al-Qur'an dan Sunnah, atau mengambil pandangan yang bersumber dari luar keduanya, meskipun hal tersebut berkedok ilmu pengetahuan.

Lalu bagaimana Al-Qur'an memandang seorang "ANAK"? dan bagaimana kedudukan seorang "ANAK" dalam al-Qur'an? 
ANAK SEBAGAI UJIAN
ANAK SEBAGAI PERHIASAN DUNIA
ANAK SEBAGAI PENYEJUK HATI
ANAK SEBAGAI MUSUH
ANAK SEBAGAI AMANAH

1. Anak sebagai FITNAH (Ujian)
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَخُونُوا اللَّهَ وَالرَّسُولَ وَتَخُونُوا أَمَانَاتِكُمْ وَأَنْتُمْ تَعْلَمُونَ وَاعْلَمُوا أَنَّمَا أَمْوَالُكُمْ وَأَوْلادُكُمْ فِتْنَةٌ وَأَنَّ اللَّهَ عِنْدَهُ أَجْر عَظِيمٌ
Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengkhianati Allah dan Rasul (Muhammad) dan (juga) janganlah kamu mengkhianati amanat-amanat yang dipercayakan kepadamu, sedang kamu mengetahui. dan ketahuilah, bahwa hartamu dan anak-anakmu itu hanyalah sebagai cobaan dan Sesungguhnya di sisi Allah-lah pahala yang besar”. (QS. Al-Anfal [8]: 27-28)
2. Anak sebagai ZIINATUN (perhiasan hidup dunia)
 الْمَالُ وَالْبَنُونَ زِينَةُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا  وَالْبَاقِيَاتُ الصَّالِحَاتُ خَيْرٌ عِنْدَ رَبِّكَ ثَوَابًا وَخَيْرٌ أَمَلًا
Artinya : Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia tetapi amalan-amalan yang kekal lagi saleh adalah lebih baik pahalanya di sisi Tuhanmu serta lebih baik untuk menjadi harapan. (QS. Al Kahfi [18]: 46)
3. Anak sebagai QURROTA A'YUN (penyejuk hati)
Hal ini Allah jelaskan dalam surat Al Furqon ayat 74, yang artinya: “Dan orang-orang yang berkata”Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami pasangan kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami) dan jadikanlah kami pemimpin bagi orang-orang yang bertakwa.”
4. Anak sebagai 'ADUWWUN (musuh)
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنَّ مِنْ أَزْوَاجِكُمْ وَأَوْلَادِكُمْ عَدُوًّا لَكُمْ فَاحْذَرُوهُمْ وَإِنْ تَعْفُوا وَتَصْفَحُوا وَتَغْفِرُوا فَإِنَّ الَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ
Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya di antara isteri-isterimu dan anak-anakmu ada yang menjadi musuh bagimu, maka berhati-hatilah kamu terhadap mereka; dan jika kamu memaafkan dan tidak memarahi serta mengampuni (mereka) maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”. (QS. At Taghabun [64]: 14)
5. Anak sebagai Amanah
Firman Allah:
يَـٰٓأَيُّہَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ قُوٓاْ أَنفُسَكُمۡ وَأَهۡلِيكُمۡ نَارً۬ا وَقُودُهَا ٱلنَّاسُ وَٱلۡحِجَارَةُ عَلَيۡہَا مَلَـٰٓٮِٕكَةٌ غِلَاظٌ۬ شِدَادٌ۬ لَّا يَعۡصُونَ ٱللَّهَ مَآ أَمَرَهُمۡ وَيَفۡعَلُونَ مَا يُؤۡمَرُونَ (٦)
Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, jagalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar dan keras; mereka tidak mendurhakai Allah atas apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka  dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.” (QS. At-Tahrim [66]:6).


Komentar